About Me

Foto saya
Ada dua cermin yang satu cembung dan yang satu cekung ketika kita berdiri didepannya maka apa yang terjadi satu terlihat lebih besar dan satu terlihat lebih kecil dan kita tidak akan pernah tau siapa diri kita. So,kita tidak perlu menjadi besar ataupun kecil untuk melihat siapa diri kita sesungguhnya, kita hanya membutuhkan cermin datar yang sederhana. By : Deslina Wandry November, 2010

Minggu, 09 Juni 2013

Cinta itu wujud


Sejak saat itu aku percaya bahwa cinta telah menggali kuburannya sendiri,,,!!! 

Sekarang cinta itu kembali datang menggebrak dinding hati yang telah aku tutup sendiri dengan pemikiran serta jiwa yang telah tak berharap kembali pada cinta.  

Bagaimana cinta itu bisa datang kembali? Aku telah menutupnya dengan rapat. 

Dari sisi dan celah kecil mana cinta itu datang, kesal rasanya.  

Aku tak ingin cinta, cinta selalu membawakan aku seikat mawar berduri begitu indah namun makin aku genggam dengan erat semakin menyiksa dan menyakitkan, saat aku lepas meninggalkan bekas luka akibat tertusuk duri yang tajam.  

Aku tak mau cinta, biarkan aku dengan mimpiku, keluargaku, orang-orang yang aku sayang, serta orang-orang yang membutuhkan aku untuk saling menyayangi.  

Oh God, kenapa ini aku malah jadi orang yang seakan berdiri sendiri di atas gunung tertinggi dan hanya ingin duduk sendiri...  

Aku sadar bahwa cinta itu Allah yang beri agar kita tau bagaimana caranya bersyukur dengan hati, cinta tak pernah salah. 

Lagi-lagi aku kesal kenapa cinta harus datang disaat aku benar-benar tidak menginginkan cinta itu sendiri. 

Kurang kuat apa lagi hingga aku harus digusarkan masalah cinta? 

Kurang sujud dengan lebih tulus apa lagi hingga aku belum bisa mengikhlaskan hati untuk melepaskan cinta? 

Aku telah membatasi diri untuk menjaga hati ini untuk tidak disinggahi oleh pendatang hati asing.  

Aku telah mendistorsing pemikirian ini hanya mengizinkan member yang dinamai "Teman, keluarga, dan sahabat" untuk bisa berlari riang di dalam hati ini bukan "CINTA".  

Semakin kuat aku mengusir perasaan itu, semakin sering ia datang.  

Aku didik sebagai wanita yang kuat, tangguh, mandiri, dan penuh kasih sayang. Tak akan lemah hanya karena persoalan cinta.  

Namun, aku melupakan satu hal bahwasanya air yang menetes mampu memecahkan batu yang begitu besar meskipun harus menunggu waktu yang begitu lama,,, 

Kali ini aku mendapati seseorang yang tidak bisa aku namai dengan "Mencintai", aku terjebak dalam kepatuhannya kepada sang pemilik cinta abadi, aku terjebak dalam kesabrannya, aku terjebak dalam jiwa Islamnya, aku terjebak dalam baktinya pada keluarganya... 

Kali ini cinta telah menjebakku kedalam alunan kesabaran seseorang.  

Lagi-lagi cinta telah menyiksaku. Lumatkan saja aku hingga halus atau remuk berkeping-keping.  

Aku tau saat ini cinta sedang menangis karena aku sangat membencinya, namun cinta tetap tersenyum walau cinta tau ia sama sekali tidak bersalah dalam hal ini.  

Cinta tau bahwa aku seorang pecinta yang penakut, takut ketika mencintai , takut karena selalu merasa diri mengagumi sisi lebih dari seseorang hingga akhirnya ketika cinta itu benar-benar datang aku tak mampu membedakan dimana rasa dan kebenaran.  

Aku hanya tahu tentang wujud, cinta itu bagiku wujud bukan rasa. Dimana seseorang datang atas perintah Allah untuk bersama-sama menggapai syurganya Allah dengan jalan yang sebenar-benarnya, mungkin disini aku akan bisa menerima cinta. 

Mungkin disini aku akan berteman dan berterima kasih pada cinta kembali pada cinta. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar