About Me

Foto saya
Ada dua cermin yang satu cembung dan yang satu cekung ketika kita berdiri didepannya maka apa yang terjadi satu terlihat lebih besar dan satu terlihat lebih kecil dan kita tidak akan pernah tau siapa diri kita. So,kita tidak perlu menjadi besar ataupun kecil untuk melihat siapa diri kita sesungguhnya, kita hanya membutuhkan cermin datar yang sederhana. By : Deslina Wandry November, 2010

Kamis, 22 November 2012

Sedikit refleksi belajar untuk mencintai Allah terlebih dahulu

Aku tahu bahwa aku terlalu keras dan kejam dalam perumusan dan terminasi cintaku sendiri. 

Ini bukan mauku, ini bukan keegoisanku namun ini patuhku pada Rasulku dan Allahku.

Pembangkang...!!!, itulah kata yang tepat untukku dalam soal pertarungan hati.
Aku susah untuk melupakan seseorang yang memang dia berbeda dari teman biasa, Aku memang terlibat hubungan serius dengan orang tersebut, jika sudah terlibat hubungan serius aku memang punya komitmen yang tinggi. Kalo berakhir susah lupa. Tapi karena memang sudah tidak sejalan baiknya memang tidak dipaksakan.

Cintaku bagai menggenggam mawar yang berduri, semakin kuat aku menggenggamnya semakin merasakan sakit tertusuk durinya. 

Sekarang bertahan dulu dengan kondisi seperti ini, sampai Allah memaafkan kelakuanku sebagai seorang "Pembangkang", aku tahu kenapa Allah menganjurkan untuk ta'rufan dari pada memutuskan untuk kenal tanpa melibatkan orang tua dan Allah. 

Ya itu, sakit rasanya sama halnya dengan aku mendzolimi diriku sendiri... Na'uzubilahiminzalik..
Kalo kata anak alay aku itu lagi "Patah Hati" akut, sudah ada peringatan dari Allah SWT sebelum aku terlahir kebumi sebagai wanita yang coba-coba menutup mata bahwa Allah akan memaklumi untuk hal yang satu ini, masih tetap di langgar mencoba yakin pada keputusan sendiri dan terbukti sekarang Facebook dan Twitter pernah berniat aku aborsi biar tidak meninggalkan bekas kenang-kenangan atau segala sesuatu hal sliweran di laman tersebut selama-lamanya. 

Obat patah hati katanya mesti segera cari pengganti biar stok obat nyamuk aman dipasaran. Cuma aku tidak berniat untuk memberikan kesejahteraan pada petugas neraka jahanam. Mohon ampun dulu jadi pembangkang mau Allah SWT mengampuni atas khilaf dan semua dosa-dosaku. 

Bukan berarti aku menutup diri dari niatan baik seseorang untuk mengenal aku lebih jauh, namun alangkah lebih baiknya aku belajar dan membentengi diri dengan keimanan serta ilmu yang lebih baik dan bermanfaat lagi. 

Tetap ada ucapan terima kasih dibalik semua ini, setidaknya dosa yang sudah menumpuk bisa berkurang satu ons. Jadi bisa lebih tahu tujuan untuk berkomitmen dengan orang harus seperti apa, yang dia harus meminta aku dengan baik-baik kepada kedua orang tuaku, kalau memang dalam masa ta'arufan belum menemukan bahwa kita tidak bisa sejalan setidaknya ketika dia berani meminta dengan baik maka insya Allah dia berani terminasi masa ta'arufan baik-baik sambil minum kopi dan makan kue dengan kedua orang tuaku. Dengan begitu silaturahmi bisa terus dibina walau tidak melangkah ke jenjang berikutnya, tidak pernah tahu.. Siapa tahu generasiku berikutnya yang berjodoh dengan generasinya dia... Amiiinnn....

Aku sayang dengan Allahku, aku bangga dengan agamanku dan ada-ada saja cara Allah menarik perhatianku agar lebih dan lebih lagi mencintaiNya.


Fabi-ayyi ala-i rabbikuma tukaththibani 
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? 
(Ar-Rahman)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar