Akmani Hotel = Dark Themes
Tidak semua orang yang berprilaku minoritas dalam pergaulan itu dilakukan mereka dengan sengaja. Justru prilaku mereka dengan tegas mengatakan "Aku butuh dua orang di dalam hidupku, pertama aku butuh orang yang mampu menamparku dengan keras dengan perkataannya dan yang kedua aku butuh orang kuat untuk terus bertahan mendengarkan semua ceritaku semalam suntuk hingga aku bisa menguraikan satu persatu dan dipilah mana tindakan yang harus aku coba untuk aku hapuskan dan mana tindakan yang terus bisa menjadikan prilaku mayoritas didalam pergaulan". Kita akan tahu jika mereka membutuhkan kita sebagai orang pertama atau kedua dengan beberapa syarat, Jangan Judge mereka, jangan jauhi mereka, hargai semua perkataan yang mereka katakan hingga kita akan tahu dengan sendirinya bahwa kita dibutuhkan diposisi yang mana.
Memilih jalan yang berbeda dari orang lain memang membutuhkan tekat yang kuat. Fitrahnya seorang manusia jika tidak menyukai seseorang tentu akan ada jarak antara mereka. Perlu reaksi atau istilah yang sering kita dengar adalah Rules of Engagement aturan tentang cara bertindak dalam suatu peristiwa yang menyakitkan. Sebuah alat untuk meredakan atau potensi rasa sakit dengan bereaksi dalam pola tindakan atau non tindakan tertentu seperti dicubit dulu baru ada reaksi (pola tindakan), disakiti dulu baru ada reaksi (non tindakan) namun jika kita tidak dicubit atau disakiti sebelum kita merasakan sendiri, apalagi mendengar tentang sisi negatif orang dari seseorang, lantas reaksi dunia ghaib dari mana itu dan apa itu namanya? "Teori Networking" tidak berlaku untuk tindakan seperti ini Margaret Loh CM (President of Asia Speakers Association) menegaskan bahwa ini tidak akan mendukung penuh untuk kita menjadi orang yang bijaksana. Kita memiliki ilmu yang cukup untuk bisa menerima dengan berbagai keberagaman nikmat Allah yang telah menciptakan sifat yang berbeda-beda satu sama lain.
Kita tidak akan pernah mendapatkan apa-apa dari sikap kita untuk memilih membenci seseorang apalagi karena alasan kita tidak menyukai dia dari awal atau kasarnya kurang "Sreg di hati". Benci jangan ikut-ikutan ya kan, benci baiknya memang harus beralasan agar sifat munafik tidak menghantui. Benci ikut-ikutan ini justru lebih berbahaya karena kebencian yang kita buat tidak beralasan mampu membelokan pendirian kita dan kuat nantinya kita akan berada pada posisi penjilat atau pengadu domba antara kedua belah pihak.
Saya berusaha meringkas dan mengingat kembali poin-poin yang dijelaskan oleh Syaikh Dr. Aidh bin Abdullah Al Qarni dalam buku karangannya.
Siapa saja yang mencari teman tanpa aib maka dia hanya akan hidup seorang diri. Siapa saja yang mencari istri tanpa kekurangan maka dia hanya akan hidup membujang. Siapa saja yang mencari kerabat yang sempurna tanpa aib dan kekurangan maka dia hanya akan memutuskan tali silaturahim sepanjang hidupnya.
Rasisme otak dan kacamata berwarna itulah yang membahayakan dengan melihat persepsi yang hanya condong pada cara otak memproses informasi. Allah menyediakan sholat malam ajang untuk meditasi diri dan sholat sunnah lainnya untuk kita bisa mentransfer apa yang ada di otak kita agar bisa jadi makanan untuk hati, tindakan, agar bisa menimbulkan manfaat bagi kita juga dan insya Allah kita tidak akan menyesal telah mengambil tindakan tersebut.
Perkataan mencerminkan hati, tindakan dan fikiran (Deslina Wandry, 27 Nov 2012).
Jangan takut berhadapan dengan orang yang memiliki prilaku minoritas, jika tidak ada mereka tidak ada tempat untuk memulai. Yang ada hanya cara untuk menjadi. Perjalanan tersebut tidak akan pernah selesai tapi selalu menjadi sebuah awal.
Setiap situasi, setiap keputusan adalah sebuah kesempatan untuk berlatih menjadi jati diri yang ideal. Setiap situasi adalah sebuah awal baru, yang berkembang dari awal-awal yang lain.
Kejadian di Hotel Akmani sangat berkesan. Jika ingin mendengar apa yang ingin otaku katakan maka ia akan menjawab "Sungguh menyebalkan, ketika ingin reuni dan bercerita banyak dengan teman lama namun aku terus kehilangan kesempatan itu". Hanya otakku saja yang berkerja, tidak akan aku libatkan hatiku agar aku tidak terjebak dalam tindakanku yang tergesa-gesa dan salah dalam memperlakukan seseorang. Do'akan saja yang terbaik.
"Dan salah seorang di antara kalian dikabulkan do'anya selama tidak tergesa-gesa, yaitu ketika mengatakan, 'Saya telah berdo'a' (HR. Bukhari)
Terlepas dari itu ada banyak hal yang sulit yang harus bisa aku lalui. Anda dapat melihat semua kesulitan yang membuat anda kuat (Arthur F. Carmazzi, hal. 110).
I believe semua pengalaman, baik dan buruk, yang membantu kita tumbuh, membantu kita maju selangkah ke jati diri kita yang lebih tinggi. Kita merasa bersyukur. Bersyukur atas apa yang telah terjadi, bersyukur atas semua orang yang telah mengisi kehidupan kita, bersyukur atas pelajaran yang telah kita terima. Dan bersama rasa syukur ini hadir sikap memaafkan, maaf bagi siapa saja yang mungkin telah memberikan pelajaran kepada kita melalui rasa sakit yang kita terima.
Sekarang aku masih berada di tempat tidur kamar 809, Handphone masih melekat di tangan sembari menatap wajah jujurnya yang sedang tertidur pulas, rasanya ini sudah hampir pagi saatnya beranjak menyambut aktivitas yang akan menyenangkan hari ini.
Aku yang sudah berdiri dan melihatnya masih tertidur pulas berjalan mendekati jendela kamar. Ketika melihat keluar yang aku lihat hanyalah masa depan.
Masa depan seorang adik kecil yang kini masih duduk di semester satu namun masih kewalahan mencari jati diri dan sedang dalam proses bertarung melawan prilaku minoritas walau masih sering kebablas patut di apresiasi karena dia sudah berani dengan sendirinya tanpa disuruh meminta seseorang untuk memberikan kritikan yang pedas dan membangun untuk dirinya. Itu artinya ada harapan bagi dirinya sendiri mau berubah menjadi perilaku mayoritas.
*Tulisan yang aku buat ini menjadi tamparan untuk diriku sendiri yang masih sering kebablasan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar