About Me

Foto saya
Ada dua cermin yang satu cembung dan yang satu cekung ketika kita berdiri didepannya maka apa yang terjadi satu terlihat lebih besar dan satu terlihat lebih kecil dan kita tidak akan pernah tau siapa diri kita. So,kita tidak perlu menjadi besar ataupun kecil untuk melihat siapa diri kita sesungguhnya, kita hanya membutuhkan cermin datar yang sederhana. By : Deslina Wandry November, 2010

Kamis, 29 November 2012

Sedekah sepetang

Alhamdulillah...
Tepat pukul 11.15 wib kita bertiga tiba dirumah dengan selamat. Jazakilah Ya Allah...!!!

Hari ini hari turunnya kakek tercinta atau lebih jelasnya hari wafatnya kakek ku, ayah dari ibuku. Setiap tahun nenek pasti mengadakan syukuran untuk hal ini karena banyak alasan yang nenekku sampaikan kenapa harus setiap tahun, salah satunya bisa kumpul keluarga. 

Arsyil, Najwa, Dira 
Psssttt...
Uhuy, jangan brisik 
Kura-kura ninja kita ya 
Kura-kura ninja plus Ayah ninja.. 
Ayo saliman dulu lepas sholat 
Ikut do'a 
Aminnn  
Kakak Dz ikut yah 
Cheseee...!!! 
Hamzah Soleh & Sania (Jaman Mereka masih muda)
Ini Sania atau nenekku jaman sekarang
Hahaha... nenek bilang seneng foto sm Gondang. Whatz??
Aku, Dira dan Najwa
Kita bertiga plus kakak Aan
di foto lagi 
Mmuuaaahh..
Haha, kita mau foto ternyata kakak Aan buang gas      
Bukain telur sendirian
Asik, nambah personil
Telurnya banyak hancur karena kurang mateng di rebusnya
Adek dira walau amatiran tapi hasilnya mulus banget
Tuh, hahaha... yang aku malah sumbing sana sini.
Uduh, seriusnya
adek arsyil dan Ryan 1 
Bantuin buka telur juga
foto bareng anak tetangga depan rumah nenek juga, temennya Najwa
Loh, si Arsyil malah kaburrrrr ada uwaknya di depan 
Yang paling berumur itu adek ibu paling bungsu biasa kita panggil "ujuk zakir"           
Nonton alvin di Hapenya kak Dz 
Cie Arsyil, tumben gak pelit hape kakaknya dipinjem.
wak eta dan ibu
Mereka temenan sejak SD, SMP, SMA dan sekarang sudah  gak temenan lagi,
 loh... iya, wak eta sekarang jadi kakak iparnya ibu. Wak eta itu Sssuuuuuuppeeerrrr sabar  suami istri sama sabarnya, bawak'an mau ketawaaaa terus..hahaha.. 
Nenek ku dan Ayuk ipar neneku
Cie, Adek Eliza rajin ini mau bantuin                   
Bhahaha.. Jilbab ibuku hancur di jambak Adek Arsyil.                     
Cemburuan 
Hha.. adek dira ngantuk kayaknya minta aku ngegendong
Rumah nenek pasca Sedekah Sepetang     
Sudah bersih-bersih 
Aku dan Adek Ryan 2, dia adekku yang paling rajin ibadahnya, taat sama kedua orang tuanya, lemah lembut dalam berkata, sempet ikut test polisi cuma Alhamdulillah gugur di test akhir. Gpp dek semangat. Kecil jadi berlian Besar jadi Permata.
Pulang, ngeeenggg... ngantuk berat..ahahaha...

Sekian dari Hamzah's Family semoga kakek seneng lihat anak, cucu, dan cicitnya masih bisa kumpul dan berdo'a bersama walau masih ada banyak yang berhalangan untuk hadir.      


Selasa, 27 November 2012

Habis Akmani terbitlah terang

Akmani Hotel = Dark Themes

Tidak semua orang yang berprilaku minoritas dalam pergaulan itu dilakukan mereka dengan sengaja. Justru prilaku mereka dengan tegas mengatakan "Aku butuh dua orang di dalam hidupku, pertama aku butuh orang yang mampu menamparku dengan keras dengan perkataannya dan yang kedua aku butuh orang kuat untuk terus bertahan mendengarkan semua ceritaku semalam suntuk hingga aku bisa menguraikan satu persatu dan dipilah mana tindakan yang harus aku coba untuk aku hapuskan dan mana tindakan yang terus bisa menjadikan prilaku mayoritas didalam pergaulan". Kita akan tahu jika mereka membutuhkan kita sebagai orang pertama atau kedua dengan beberapa syarat, Jangan Judge mereka, jangan jauhi mereka, hargai semua perkataan yang mereka katakan hingga kita akan tahu dengan sendirinya bahwa kita dibutuhkan diposisi yang mana.

Memilih jalan yang berbeda dari orang lain memang membutuhkan tekat yang kuat. Fitrahnya seorang manusia jika tidak menyukai seseorang tentu akan ada jarak antara mereka. Perlu reaksi atau istilah yang sering kita dengar adalah Rules of Engagement aturan tentang cara bertindak dalam suatu peristiwa yang menyakitkan. Sebuah alat untuk meredakan atau potensi rasa sakit dengan bereaksi dalam pola tindakan atau non tindakan tertentu seperti dicubit dulu baru ada reaksi (pola tindakan), disakiti dulu baru ada reaksi (non tindakan) namun jika kita tidak dicubit atau disakiti sebelum kita merasakan sendiri, apalagi mendengar tentang sisi negatif orang dari seseorang, lantas reaksi dunia ghaib dari mana itu dan apa itu namanya? "Teori Networking" tidak berlaku untuk tindakan seperti ini Margaret Loh CM (President of Asia Speakers Association) menegaskan bahwa ini tidak akan mendukung penuh untuk kita menjadi orang yang bijaksana. Kita memiliki ilmu yang cukup untuk bisa menerima dengan berbagai keberagaman nikmat Allah yang telah menciptakan sifat yang berbeda-beda satu sama lain. 

Kita tidak akan pernah mendapatkan apa-apa dari sikap kita untuk memilih membenci seseorang apalagi karena alasan kita tidak menyukai dia dari awal atau kasarnya kurang "Sreg di hati". Benci jangan ikut-ikutan ya kan, benci baiknya memang harus beralasan agar sifat munafik tidak menghantui. Benci ikut-ikutan ini justru lebih berbahaya karena kebencian yang kita buat tidak beralasan mampu membelokan pendirian kita dan kuat nantinya kita akan berada pada posisi penjilat atau pengadu domba antara kedua belah pihak. 

Saya berusaha meringkas dan mengingat kembali poin-poin yang dijelaskan oleh Syaikh Dr. Aidh bin Abdullah Al Qarni dalam buku karangannya.

Siapa saja yang mencari teman tanpa aib maka dia hanya akan hidup seorang diri. Siapa saja yang mencari istri tanpa kekurangan maka dia hanya akan hidup membujang. Siapa saja yang mencari kerabat yang sempurna tanpa aib dan kekurangan maka dia hanya akan memutuskan tali silaturahim sepanjang hidupnya.

Rasisme otak dan kacamata berwarna itulah yang membahayakan dengan melihat persepsi yang hanya condong pada cara otak memproses informasi. Allah menyediakan sholat malam ajang untuk meditasi diri dan sholat sunnah lainnya untuk kita bisa mentransfer apa yang ada di otak kita agar bisa jadi makanan untuk hati, tindakan, agar bisa menimbulkan manfaat bagi kita juga dan insya Allah kita tidak akan menyesal telah mengambil tindakan tersebut. 

Perkataan mencerminkan hati, tindakan dan fikiran (Deslina Wandry, 27 Nov 2012). 

Jangan takut berhadapan dengan orang yang memiliki prilaku minoritas, jika tidak ada mereka tidak ada tempat untuk memulai. Yang ada hanya cara untuk menjadi. Perjalanan tersebut tidak akan pernah selesai tapi selalu menjadi sebuah awal. 

Setiap situasi, setiap keputusan adalah sebuah kesempatan untuk berlatih menjadi jati diri yang ideal. Setiap situasi adalah sebuah awal baru, yang berkembang dari awal-awal yang lain. 

Kejadian di Hotel Akmani sangat berkesan. Jika ingin mendengar apa yang ingin otaku katakan maka ia akan menjawab "Sungguh menyebalkan, ketika ingin reuni dan bercerita banyak dengan teman lama namun aku terus kehilangan kesempatan itu". Hanya otakku saja yang berkerja, tidak akan aku libatkan hatiku agar aku tidak terjebak dalam tindakanku yang tergesa-gesa dan salah dalam memperlakukan seseorang. Do'akan saja yang terbaik.

"Dan salah seorang di antara kalian dikabulkan do'anya selama tidak tergesa-gesa, yaitu ketika mengatakan, 'Saya telah berdo'a' (HR. Bukhari)

Terlepas dari itu ada banyak hal yang sulit yang harus bisa aku lalui. Anda dapat melihat semua kesulitan yang membuat anda kuat (Arthur F. Carmazzi, hal. 110).

I believe semua pengalaman, baik dan buruk, yang membantu kita tumbuh, membantu kita maju selangkah ke jati diri kita yang lebih tinggi. Kita merasa bersyukur. Bersyukur atas apa yang telah terjadi, bersyukur atas semua orang yang telah mengisi kehidupan kita, bersyukur atas pelajaran yang telah kita terima. Dan bersama rasa syukur ini hadir sikap memaafkan, maaf bagi siapa saja yang mungkin telah memberikan pelajaran kepada kita melalui rasa sakit yang kita terima. 

Sekarang aku masih berada di tempat tidur kamar 809, Handphone masih melekat di tangan sembari menatap wajah jujurnya yang sedang tertidur pulas, rasanya ini sudah hampir pagi saatnya beranjak menyambut aktivitas yang akan menyenangkan hari ini.

Aku yang sudah berdiri dan melihatnya masih tertidur pulas berjalan mendekati jendela kamar. Ketika melihat keluar yang aku lihat hanyalah masa depan. 

Masa depan seorang adik kecil yang kini masih duduk di semester satu namun masih kewalahan mencari jati diri dan sedang dalam proses bertarung melawan prilaku minoritas walau masih sering kebablas patut di apresiasi karena dia sudah berani dengan sendirinya tanpa disuruh meminta seseorang untuk memberikan kritikan yang pedas dan membangun untuk dirinya. Itu artinya ada harapan bagi dirinya sendiri mau berubah menjadi perilaku mayoritas. 




*Tulisan yang aku buat ini menjadi tamparan untuk diriku sendiri yang masih sering kebablasan.


Jumat, 23 November 2012

Allah sebaik-baik penolong dan pelindung

Sabarlah wahai hatiku.

Aku lahir atas izinMu, 
terlahir disaat rasul dan sahabat telah tiada, zamaku adalah zaman pemerintahan islam sudah tidak lagi berkuasa. Aku terbit ditengah masyarakat islam namun islam tiada lagi di dalam hati dan hidup mereka. 

Aku lalai dengan hiburan dan asyik memuaskan nafsu, sibuk dengan cinta yang penuh dengan noda. Aku takut aku menjadi lemah, mohon dekatkan aku pada orang-orang yang mampu menguatkanku. Namun aku sadar bahwa tugas besar ini adalah wajib dan tidak memerlukan insan sempurna, karena tidak ada manusia yang terlepas dari dosa dan tugasnya berusaha.

Gagal, dicela, difitnah, itu perkara biasa. Terus berdo'a agar ditetapkan hati karena bukan nilaian harta yang kucari.


Bismillahirohmanirrohim, izinkan hamba gigih dalam mencari ilmu, bakti pada ayah dan ibu, jadi jagoan untuk adikku tersayang dan melangkah dalam kebaikan tanpa kata "TAPI".

Cukuplah dengan sabar dan sholat sebagai penolong dan Allah sebaik-baik pelindung.


Pribadi para Ummul Mukminin dan shahabiyah

Ada beberapa hal yang dilarang bagi kaum wanita yang merindukan sosok menjadi wanita teladan muslimah, jika memang belum mampu menjadi ke 30nya, perlahan conteng satu persatu hal-hal apa yang sudah bisa laksanakan. Bagi saya sendiri yang terpenting ada usaha untuk menjadi lebih baik, bukan hasil.  

1. Menyambung rambut palsu
2. Bertato, mencabut bulu wajah dan mengikir gigi
3. Keluar rumah dengan memakai minyak wangi
4. Memperlihatkan perhiasan (bersolek) di depan laki-laki
5. Menolak panggilan suami untuk tidur bersama
6. Membuka rahasia hubungan suami istri
7. Berpuasa sunat tanpa izin suami
8. Membelanjakan harta suami, tanpa izin suami
9. Durhaka kepada suami
10. Meminta cerai tanpa sebab yang jelas
11. Mengingkari kebaikan suami
12. Bersama laki-laki lain yang bukan mahram
13. Memandang laki-laki yang bukan mahramnya
14. Bersalaman dengan laki-laki yang bukan muhrim
15. Menyerupai laki-laki
16. Membuka rahasia wanita lain kepada suami
17. Memandang aurat wanita lain
18. Keluar rumah tanpa ada keperluan
19. Masuk pemandian awam
20. Mencakar-cakar tubuh ketika mendapat musibah
21. Meratapi kematian
22. Berhias atas meninggalnya seseorang
23. Mengantar jenazah
24. Mempercayai dukun dan peramal
25. Menyumpahi anak sendiri
26. Tidak bertegur sapa dengan sesama muslim
27. Menganiaya pembantu
28. Mengganggu jiran
29. Meminta cerai karena suami sakit
30. Meminta cerai karena suami menikah lagi.


Bismillahirrohmanirrohim, semoga Allah tidak menguji keimananku lewat poin ke 30, wanita mana yang rela ya Rab. Kalau saja dia berniat mendua, sebaiknya aku pertanyakan niatnya dari awal. Jika iya, aku akan mundur dan Insya Allah ada banyak wanita yang benar-benar mau taat dan ikhlas jika pasangannya mendua hanya karena ingin mencari redho suami dan menggapai syurganya Allah. Kalau aku cukup lah cari yang mudah bersyukur dan merasa satu saja cukup untuk kita bersama-sama berjuang mencari keridhoan Allah SWT. 

Amin ya robbal alamin.

Kamis, 22 November 2012

Sedikit refleksi belajar untuk mencintai Allah terlebih dahulu

Aku tahu bahwa aku terlalu keras dan kejam dalam perumusan dan terminasi cintaku sendiri. 

Ini bukan mauku, ini bukan keegoisanku namun ini patuhku pada Rasulku dan Allahku.

Pembangkang...!!!, itulah kata yang tepat untukku dalam soal pertarungan hati.
Aku susah untuk melupakan seseorang yang memang dia berbeda dari teman biasa, Aku memang terlibat hubungan serius dengan orang tersebut, jika sudah terlibat hubungan serius aku memang punya komitmen yang tinggi. Kalo berakhir susah lupa. Tapi karena memang sudah tidak sejalan baiknya memang tidak dipaksakan.

Cintaku bagai menggenggam mawar yang berduri, semakin kuat aku menggenggamnya semakin merasakan sakit tertusuk durinya. 

Sekarang bertahan dulu dengan kondisi seperti ini, sampai Allah memaafkan kelakuanku sebagai seorang "Pembangkang", aku tahu kenapa Allah menganjurkan untuk ta'rufan dari pada memutuskan untuk kenal tanpa melibatkan orang tua dan Allah. 

Ya itu, sakit rasanya sama halnya dengan aku mendzolimi diriku sendiri... Na'uzubilahiminzalik..
Kalo kata anak alay aku itu lagi "Patah Hati" akut, sudah ada peringatan dari Allah SWT sebelum aku terlahir kebumi sebagai wanita yang coba-coba menutup mata bahwa Allah akan memaklumi untuk hal yang satu ini, masih tetap di langgar mencoba yakin pada keputusan sendiri dan terbukti sekarang Facebook dan Twitter pernah berniat aku aborsi biar tidak meninggalkan bekas kenang-kenangan atau segala sesuatu hal sliweran di laman tersebut selama-lamanya. 

Obat patah hati katanya mesti segera cari pengganti biar stok obat nyamuk aman dipasaran. Cuma aku tidak berniat untuk memberikan kesejahteraan pada petugas neraka jahanam. Mohon ampun dulu jadi pembangkang mau Allah SWT mengampuni atas khilaf dan semua dosa-dosaku. 

Bukan berarti aku menutup diri dari niatan baik seseorang untuk mengenal aku lebih jauh, namun alangkah lebih baiknya aku belajar dan membentengi diri dengan keimanan serta ilmu yang lebih baik dan bermanfaat lagi. 

Tetap ada ucapan terima kasih dibalik semua ini, setidaknya dosa yang sudah menumpuk bisa berkurang satu ons. Jadi bisa lebih tahu tujuan untuk berkomitmen dengan orang harus seperti apa, yang dia harus meminta aku dengan baik-baik kepada kedua orang tuaku, kalau memang dalam masa ta'arufan belum menemukan bahwa kita tidak bisa sejalan setidaknya ketika dia berani meminta dengan baik maka insya Allah dia berani terminasi masa ta'arufan baik-baik sambil minum kopi dan makan kue dengan kedua orang tuaku. Dengan begitu silaturahmi bisa terus dibina walau tidak melangkah ke jenjang berikutnya, tidak pernah tahu.. Siapa tahu generasiku berikutnya yang berjodoh dengan generasinya dia... Amiiinnn....

Aku sayang dengan Allahku, aku bangga dengan agamanku dan ada-ada saja cara Allah menarik perhatianku agar lebih dan lebih lagi mencintaiNya.


Fabi-ayyi ala-i rabbikuma tukaththibani 
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? 
(Ar-Rahman)