Hanya namamu, dihatiku,
jiwa dan raga, tak'kan berdusta
Namum terkadang cinta terusik, benci, sesaat
Seribu musin, tak'kan bisa,
menghibur hati, yang penuh marah
Entah mengapa berpisah saat mulai, menjalin
Suara hati seorang kekasih,
bagai nyanyian surgawi,
tak'kan berdusta,
walau ketamakan merajai diri yang penuh emosi,
jauh, didasar hatiku, tetap ku mau,
kau sebagai, ka-sihku...
Lagu ini mengiringi jiwa sebagai musik penenang diri, ada kata-kata "kekasih" disitu dan terserah kekasih yang disitu mau diposisikan siapa... Hanya saja untuk menyandarkan jiwa yang lelah saya rasa hanya Allah SWT yang berhak di letakan di posisi itu tapi apa Allah mau menjadikan saya sebagai kekasihnya pula...???.
Setiap hari ada-ada saja hal yang membuat timbangan keburukan ku semakin berat, selalu beralibi dengan kata-kata khilaf... Astagfirulahalazim ,,, Bismillah semoga Allah mengampuni dosa-dosaku baik di waktu siang dan malam hari.
Entah mengapa beberapa minggu belakangan ini rasanya kesabaran saya di uji. Ada banyak yang terjadi menggugah hantaran detak jantung yang kian meninggi dan paling menyesatkan ketika kesabaran membisikan untuk tetap mengalah hingga merong-rong bertemu di sesaknya tenggorokan tak mudah rasanya bernafas sejak hari itu.
Disaat seperti ini keinginan untuk mencari permadani hijau tanpa batas tak terbantahkan, hasrat untuk bermain di kubangan lumpur bersama anak-anak kecil yang menyuarakan "Kejar aku kak Dz", atau menanam bunga, berlarian di atas bukit kupu-kupu, berlarian di tengah hujan dan saling memercikan air satu sama lain bersama adik-adik kecil, benar-benar menyenangkan. Tapi tetap saja walau aku sudah melakukan hal yang menurutku menyenangkan aku masih harus berhadapan dengan hal yang menguji kesabaranku setelahnya. Karena setiap rasa yang kita dapati harus kita pertanggung jawabkan tidak mau tau, mau kita yang salah atau orang yang salah semua harus jelas. Yang jelas ini pelajaran buat aku, agar dengan tidak mudah mengatakan "OK" atau "IYA Bisa, Boleh, etc", karena boleh jadi kita memberikan kepercayaan kepada orang tersebut, tapi bagaimana dengan orang itu ?
dengan seenaknya mengendalikan kita setelah mengantongi kata-kata "Ok, Iya, Bisa, Boleh, etc"...
al hasil kita dirumitkan dengan tanggung jawab yang mestinya orang itu lakukan sendiri, dia yang di marahi atasan kenapa malah aku yang dijadikan kambing hitam... "Nolong anj*ng kejepit dong"...
Dia seenaknya mendesak keadaan aku agar menyegerakan menyelesaikan permintaan dia, padahal atasannya kasih waktu masih bulan depan yang bilang menyanggupi lusa selesaikan dia, ya udah kalo memang bisa kenapa orang yang di suruh cepet, waduh sudah diperintah mirp pembantu, di depan atasan cari muka, kita yang dijadiin kambing hitam. Padahal perjanjian awal dia tau seperti apa, dan aku juga tidak akan memperlambat waktu kalo memang sudah ada ya buat apa juga ditahan-tahan malah jatuhnya meresahkan orang. Lagi juga itu sama sekali tidak ada urusannya dengan aku... Krisis kepercayaan diri orang model begitu dia sendiri kesulitan malah orang lain yang di paksa di pepet, lah memangnya aku bisa ??? Hayyooo... Manusia mana yang tidak mau saling tolong menolong tapi kalo caranya begini, yah jadi mikir wajar aja ada segelintir manusia yang enggan buat nolong terlepas memang bawaa'an lahir mungkin ada-ada saja karena faktor trauma. Tragisnya masih-masih saja aku tidak bisa menolak permintaan orang *Proses pematangan integritas diri*.
Pengen di pamerin sama atasan atau sama orang kalau dia itu orang "BAIK" tapi tidak melakukan apa-apa atau tanpa melakukan sesuatu. Pasti ini orang ada silsilah darah biru masih keturunan raja-raja di negara monarki-parlementer, tidak melakukan sesuatu tanpa melakukan kerja apapun, semua tanggung jawab dipikul sama perdana mentri jadi kalo ada apa-apa rakyat protes sama raja dan si raja terkesan "BAIK" menerima aspirasi masyarakatnya nah yang kena sembur atau kena getahnya si perdana mentri ini karena kinerjanya yang mengecewakan rakyat padahal perdana mentri sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik atas perintah raja juga tentunya tapi You know lah istilah ini , "The king can do no wrong!".
Dan sayangnya kenyataan tidak berpihak sama orang ini so, perlakukanlah orang seperti anda ingin di perlakukan. Lagi juga kamu juga bilang aku temen kamu cuma perlakuan kamu tidak mencerminkan bahwasanya aku ini teman kamu, soalnya aku yang kamu bilang temen kok malah temen sendiri dibunuh istilah lain dari di fitnah.hahaha...
Yah, cukup taulah sama orang-orang yang dzolim begini artinya ini orang tidak mau berkerjasama lagi dengan aku kedepannya atau mungkin juga kedepannya dia ingin belajar mengerjakan sesuatu sendirian, amiiiinnnninnnn lah kalo begitu mudah-mudahan dia tidak melakukan hal yang sama lagi kedepannya. Berdo'a semoga seiring dengan waktu di berikan kebaikan yang lebih baik lagi dari Allah SWT.. Termasuk aku juga mau ngantri kalo Allah bagi-bagiin kebaikan :)
Dia seenaknya mendesak keadaan aku agar menyegerakan menyelesaikan permintaan dia, padahal atasannya kasih waktu masih bulan depan yang bilang menyanggupi lusa selesaikan dia, ya udah kalo memang bisa kenapa orang yang di suruh cepet, waduh sudah diperintah mirp pembantu, di depan atasan cari muka, kita yang dijadiin kambing hitam. Padahal perjanjian awal dia tau seperti apa, dan aku juga tidak akan memperlambat waktu kalo memang sudah ada ya buat apa juga ditahan-tahan malah jatuhnya meresahkan orang. Lagi juga itu sama sekali tidak ada urusannya dengan aku... Krisis kepercayaan diri orang model begitu dia sendiri kesulitan malah orang lain yang di paksa di pepet, lah memangnya aku bisa ??? Hayyooo... Manusia mana yang tidak mau saling tolong menolong tapi kalo caranya begini, yah jadi mikir wajar aja ada segelintir manusia yang enggan buat nolong terlepas memang bawaa'an lahir mungkin ada-ada saja karena faktor trauma. Tragisnya masih-masih saja aku tidak bisa menolak permintaan orang *Proses pematangan integritas diri*.
Pengen di pamerin sama atasan atau sama orang kalau dia itu orang "BAIK" tapi tidak melakukan apa-apa atau tanpa melakukan sesuatu. Pasti ini orang ada silsilah darah biru masih keturunan raja-raja di negara monarki-parlementer, tidak melakukan sesuatu tanpa melakukan kerja apapun, semua tanggung jawab dipikul sama perdana mentri jadi kalo ada apa-apa rakyat protes sama raja dan si raja terkesan "BAIK" menerima aspirasi masyarakatnya nah yang kena sembur atau kena getahnya si perdana mentri ini karena kinerjanya yang mengecewakan rakyat padahal perdana mentri sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik atas perintah raja juga tentunya tapi You know lah istilah ini , "The king can do no wrong!".
Dan sayangnya kenyataan tidak berpihak sama orang ini so, perlakukanlah orang seperti anda ingin di perlakukan. Lagi juga kamu juga bilang aku temen kamu cuma perlakuan kamu tidak mencerminkan bahwasanya aku ini teman kamu, soalnya aku yang kamu bilang temen kok malah temen sendiri dibunuh istilah lain dari di fitnah.hahaha...
Yah, cukup taulah sama orang-orang yang dzolim begini artinya ini orang tidak mau berkerjasama lagi dengan aku kedepannya atau mungkin juga kedepannya dia ingin belajar mengerjakan sesuatu sendirian, amiiiinnnninnnn lah kalo begitu mudah-mudahan dia tidak melakukan hal yang sama lagi kedepannya. Berdo'a semoga seiring dengan waktu di berikan kebaikan yang lebih baik lagi dari Allah SWT.. Termasuk aku juga mau ngantri kalo Allah bagi-bagiin kebaikan :)
Wassalam...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar