Ada malaikat yang mencatat perbuatan baik dan buruk, ada malaikat yang bertanya sembari membawa cambuk yang kekuatannya seperti halilintar tentang siapa Tuhanmu, apa Agamamu, siapa Nabimu, dan lain-lain, dan ada pula malaikat yang bertanya kau ingin menjadi wanita cerdas atau cantik?.
Malaikat identik dekat dengan Allah SWT, itulah yang aku harapkan dengan menyebut Ayahku sebagai malaikat tapi mengapa malaikat satu ini justru mendo'akan aku hidup dalam hempasan ombak yang keras menghantam batu karang.
Des : Ayah kenapa jalan yang aku tempuh begitu berat dan melelahkan....?
Ayah : Itu karena Ayah yang minta agar Allah memberikan itu padamu nak...
Des : Orang tua mana yang menginginkan anaknya hidup di dalam kesulitan, berjalan di atas duri hingga berlumur luka, jatuh bagun dan jatuh bangun, saat orang terjaga aku masih harus membuka buku-buku yang sudah menantiku hanya untuk menambah kerutan di keningku, untuk apa ini semua?, tidak kah aku bisa hidup seperti anak normal lainnya yang memiliki waktu yang baik untuk bermain bersama teman-temannya, aku sudah cukup faham bagaimana bergaul secara baik dan benar dengan orang-orang yang ada di lingkunganku bukankah ilmu yang kita pelajari kelak penerapannya akan kembali ke masyarakat tapi kenapa dengan aku?. Kenapa Ayah malah meminta kepada Allah untuk menyulitkan jalan yang ku tempuh.
Ayah : Ayah tidak pernah meminta kepada Allah untuk memberikan kamu jalan yang mudah dan lunak, Ayah meminta agar Allah menuntun kamu di jalan yang penuh hambatan, godaa, kesulitan dan penuh tantangan. Karena Ayah ingin mendidik wanita kuat, wanita yang kelak tahu bagaimana caranya bersyukur, tidak ada jalan yang rata untuk medapatkan kehidupan yang sukses dan berkualitas tanpa kerja keras dan hal-hal yang di tempa oleh alam untuk menguji kualitas dan kesungguhan niat.
Cita-cita seorang ayah untuk mendidik seorang anak tidaklah mudah hanya saja aku sering mengeluh karena aku tidak tahu apa makna dibalik keinginan seorang ayah dan jika aku ada di posisi untuk mendidik dan bertanggung jawab mungkin aku belum bisa menjadi orang sesabar ayah. Ayah yang menginginkan aku untuk menjadi putrinya yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahanku, berani dalam menghadapi diri sendiri saat dalam kelemahan, manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan, tetap jujur dan rendah hati dalam kekalahan.
Ayah berusaha dengan keras agar aku terus belajar dan belajar agar aku tahu tujuan hidupku agar aku menjadi wanita yang cerdas bukan wanita yang cantik. Wanita yang berhasrat mewujudkan cita-citanya bukan hanya tenggelam dalam angan-angan semata, seperti kata penulis yang sangat menginspirasiku Andrea Hirata "Hidup lah untuk bermimipi, jangan hidup di dalam mimpi".
Kini aku tahu mengenal Tuhan pemilik apa yang di langit, apa yang dibumi dan pemilik jiwa ini adalah Allah SWT adalah landasan segala ilmu pengetahuan. Allah SWT sang pengabul do'a-do'a mulia ayahku, ayah yang membiarkan putrinya belajar berdiri tegak di tengah badai tapi masih mampu mengasihi mereka yang tidak berdaya. Sejarah hidup yang mampu mengajari bagaimana menjadi wanita yang terus belajar untuk menjadi pribadi yang berhati tulus dan bercita-cita tinggi agar kelak sanggup memimpin diri sendiri sebelum memiliki kesempatan untuk memimpin Deslina Junior yang penuh kasih sayang.
Dan kelak jika semua sudah ku dapatkan aku tetap mampu menikmati hidupku tanpa dikejar-kejar dalam lingkaran ketakutan. Perjuangan yang bepeluh keringat dari apa yang didapat dengan jalan yang redhoinya dan halal mampu memberikan kerendahan hati, agar teringat dengan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki, sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna..
Aku yakin inilah yang diinginkan ayahku dari do'a-do'a yang ayah pinta padaMu Ya Rab...
Ayah ingin kelak dia berani mengatakan "HIDUPKU TIDAKLAH SIA-SIA"...
Hidup tidak bisa kompromi dengan bermanja diri, jika aku lunak pada diri sendiri maka kehidupan yang akan keras kepadaku. Namun, jika aku keras pada diri sendiri maka kehidupan yang akan lunak kepadaku.
Lunak pada sikap yang merusak, destruktif dan cendrung melemahkan hingga menemukan dimana kata-kata menyerah itu berada. Nauzubillah..
Senantiasa untuk belajar bersikap tegas dan keras dalam membangun karakter yang konstruktif, membangun, berani bermimpi dan berusaha untuk mewujudkan mimpi itu sendiri, hidup penuh kebahagiaan, dan bersikap penuh cinta dan kasih...
Ya Allah terima kasih Engkau telah mengirimkan malaikat yang begitu sederhana, malaikat yang memberikan aku harta yang tak pernah ternilai....
I Love U Ayah...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar